Faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Mamberamo Raya

Main Article Content

Mina Ayomi
Elsa Mambrasar
Sarni Rante Allo Bella
Maria Cornelia Yuliana Hakubun
Helmin Rumbiak
Ferdinanda Theresia Irap

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Puskesmas Trimuris Kabupaten Mamberamo Raya. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional study.Populasi pada penelitian keluarga yang memiliki balita yang berada di wilayah Puskesmas Trimuris dan sampel penelitian berjumlah 80 sampel. Sampel diambil secara simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji chi square) dengan derajat kemaknaan (p) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 45 responden (56,3%) dengan pengetahuan kurang, 33 responden (41,2%) tidak memenuhi syarat air bersih, 47 responden (58,8%) tidak cuci tangan pakai sabun, 48 responden (60,0%) tidak memenuhi syarat jamban sehat, 46 respoden (57,5%) tidak mendapatkan dukungan keluarga, 38 responden (47,5%) memiliki kesulitan menuju akses pelayanan kesehatan. Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu (P=0,002), Air bersih (P=0,001), Cuci tangan pakai sabun (P=0,001), jamban sehat (P=0,001), dukungan keluarga (P=0,001), dan akses pelayanan kesehatan (P=0,001) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Trimuris Kabupaten Mamberamo Raya.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Mamberamo Raya. (2025). Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat, 4(3), 251-257. https://doi.org/10.69883/yvtg0156

References

Akbar, I., & Huriah, T. (2022). Modul pencegahan stunting. Leutikaprio.

Ali, M. M., & Huda, T. (2022, Februari). Metodologi penelitian kuantitatif dan penerapan nya dalam penelitian. Education Journal.

Defenia, T., & Sulistyorini, R. (2023). Hubungan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) orang tua dengan kejadian stunting di Kelurahan Air Hitam Kota Samarinda. Sanitasi : Jurnal Kesehatan Lingkungan, 20-28.

Dewi, I., Suhartatik., Suriani. (2019). Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita 24-60 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lakudo Kabupaten Buton Tengah.

Ernawarti, A. (2020). Gambaran penyebab balita stunting di Desa Lokus stunting Kabupaten Pati. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, 16(2), 77–94.

Hapizah, S. (2023). Jurnal Pendidikan Keperawatan dan Kebidanan. Padang.

Hasnawati, S. L. (2021). Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Pendidikan Keperawatan dan Kebidanan, 7-12.

Herawati, A. A. (2020). Hubungan Sarana Sanitasi, Perilaku Penghuni, dan Kebiasaan CuciTangan Pakai Sabun (CTPS) oleh Ibu dengan Kejadian Pendek (Stunting)pada Batita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Baru Samarinda, Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, vol. 19, no. 1, hal. 7-15, doi: https://doi.org/10.14710/jkli.19.1.7-15.

Janah, M., & Bahar, R. (2024, oktober 5). Hubungan ASI ibu, penyakit infeksi dan akses pelayanan kesehatan dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Promotif Preventif, hal. 1063-1069.

Nada, P., & Winarni, S. (2025), Hubungan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stunting pada balita (usia 0-2 tahun) di Puskesmas Tamanan Bondowoso. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 181-189.

Palowa, S. S., Akili, A., & ... (2023). Hubungan dukungan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Bulango, Jurnal Kesehatan Tambusai, vol. 4, no. 4, doi: https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.21210.

Permatasari, R., & Fauziah, Y. (2021, agustus 19). Hubungan kebiasaan cuci tangan pakai sabun pengolahan makanan dan air minum terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kebunsari Kabupaten Polewali Mandar, JOURNAL PEQGURUANG: Conference Series, vol. 3, no. 2, hal. 798-774, doi : http://dx.doi.org/10.35329/jp.v3i2.2517.

Qoyyimah, A. U., & Handayani, L. (2020, juni 1). Hubungan kejadian stunting dengan perkembangan anak usia 24-59 bulan di Desa Wangen Polanharjo, Klaten. 65-79.

Rahmadani, S. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Maek tahun 2023. Padang.

Sari, S. D., & Lisiswanti, L. (2024, January-June). Desain Cross Sectional Bagi Penelitian Bidang Kebidanan. Stetoskop: The Journal Health Of Science, 18-25.

Sopianti, M., & Andriani, N. (2024, januari). Air bersih dan jamban sehat terhadap kejadian stunting di negara berkembang: Literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, vol. 7, no. 1, hal. 8-14, doi : https://doi.org/10.56338/mppki.v7i1.4211.

Tebi, D. (2021, Desember). Literature Review Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting pada Anak Balita. Fakumi Medical Journal, vol. 1, no. 3, pp. 234-240 doi: https://doi.org/10.33096/fmj.v1i3.70.